Khusus sales & agen properti
100 chat masuk.
3 jadi akad. 97 ke mana?
Bayangkan setiap chat tercatat otomatis.
Setiap pagi ada daftar siapa yang harus dihubungi.
Setiap bulan, akad bertambah.
Gratis selama Beta. Tanpa kartu kredit. Jadi dalam 5 menit.
Masalahnya
Bukan pembelinya kurang.
Yang hilang itu catatannya.
01
200 chat masuk, 3 yang dihubungi.
“Min, tipe 45 masih ada?” — tenggelam di antara 200 chat, grup keluarga, dan broadcast. Bayangkan jika 197 sisanya ada yang serius.
02
3 minggu diam = 1 DP pindah ke agen sebelah.
Pembeli bilang nanti dikabari. Anda sibuk survei lain. “Besok saya follow-up.” Besoknya lupa — dan dia sudah DP di tempat lain.
03
1 HP rusak = 5 tahun daftar pembeli hilang.
HP rusak. Nomor diblokir. Ratusan kontak yang dikumpulkan bertahun-tahun ikut lenyap — karena tidak ada cadangan di mana pun.
04
6 bulan tidak disapa = 1 akad yang tidak pernah terjadi.
Yang batal setengah tahun lalu sebenarnya masih cari rumah. Tapi nomornya entah di mana, jadi tidak pernah dihubungi lagi.
05
Rp5 juta iklan/bulan, tidak tahu kembali dari mana.
Bayangkan jika tiap rupiah terlacak: chat mana yang jadi survei, survei mana yang jadi akad. Sekarang? Uang keluar, hasil tebak-tebakan.
Yang tidak tercatat, tidak akan closing.
Yang tidak dihubungi lagi — sudah pasti milik agen lain.
Cara kerja
Semudah punya asisten pencatat.
Tidak perlu belajar aplikasi rumit.
Tiga langkah. Bahasanya sehari-hari.
01
Hubungkan WA sekali saja.
Scan kode seperti buka WA di laptop. Lima menit. Selesai. Anda tetap chat di WhatsApp seperti biasa.
02
Chat otomatis jadi daftar.
Yang tanya “harga berapa?”, “minta pricelist”, “bisa survei?” — langsung tercatat. Nama, nomor, dari iklan mana.
03
Diingatkan tiap pagi.
Anda bangun, daftarnya sudah ada: siapa yang harus dihubungi hari ini. Contoh kalimatnya sudah disiapkan. Tinggal kirim.
Sebelumnya
Semua diingat sendiri. Chat, jadwal, hasil — tersebar di HP dan kepala. Ganti HP, mulai dari nol.
Sesudahnya
Setiap chat jadi daftar. Ada pengingat tiap hari. Datanya aman walau ganti HP. Setiap pembeli jelas statusnya: baru, dihubungi, survei, akad, atau batal.
Kenapa beda
Empat hal yang bekerja
saat Anda sedang survei.
01
Chat langsung jadi catatan.
Begitu pembeli mengetik “harga”, “survei”, atau “pricelist” — langsung tercatat jadi daftar pembeli. Anda tidak mengetik apa-apa.
02
Ada yang mengingatkan menghubungi.
Tentukan kapan mau menghubungi lagi: besok, 3 hari, minggu depan. Nanti Anda diingatkan. Tidak ada lagi yang terlewat.
03
Tahu iklan mana dari 100 chat yang jadi survei.
Setiap pembeli tercatat datang dari iklan, adset, dan campaign mana. Event Lead terkirim ke Facebook Pixel — bayangkan jika Anda tahu persis iklan mana yang mendatangkan survei, bukan cuma chat iseng.
04
Setiap akad melatih iklan mencari 10 pembeli berikutnya.
Begitu ada yang akad, event Purchase beserta nilainya terkirim ke Meta. Algoritma belajar dari pembeli yang benar-benar membayar — bukan dari klik. Iklan berikutnya mencari orang yang mirip pembeli, bukan mirip penonton.
Agen lain menebak-nebak.
Anda punya 500 leads tercatat rapi. Itu bedanya.
Bayangkan
Bayangkan jika tahun ini
12 akad lebih banyak.
8 orang dihubungi Senin pagi — sebelum kopi habis.
Tidak perlu scroll 200 chat.
1 sapa ke pembeli yang batal 4 bulan lalu.
Ternyata masih cari. Minggu ini survei.
0 data hilang saat HP rusak kemarin.
Biasanya panik. Kali ini daftar pembeli tetap aman.
*Gambaran kehidupan agen sehari-hari, bukan testimoni pelanggan asli. Hasil tiap orang berbeda-beda.
Penasaran berapa nilai chat yang selama ini terlewat?
Hitung dalam 30 detik
Tanya jawab
Masih ragu? Wajar.
Simpan setiap chat pembeli mulai hari ini.
Daftar pembeli tercatat otomatis. Ada pengingat tiap pagi. Datanya aman walau ganti HP. Gratis selama Beta.
- Gratis selama Beta
- Tanpa kartu kredit
- Jadi dalam 5 menit